Kam. Jul 9th, 2026

Sambit, 2 Oktober 2025 – Bertempat di Pendopo Kecamatan Sambit, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama mitra strategis menggelar Sosialisasi Percepatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tahun 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkuat KDMP sebagai pilar ekonomi di tingkat desa dan kelurahan melalui empat model bisnis strategis yang didukung oleh platform digital terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai:

  • Digitalisasi koperasi melalui platform DigiKoperasi untuk mempermudah pencatatan, pelaporan, hingga akses pendanaan.
  • Peluang kemitraan usaha, seperti kios pupuk, outlet LPG, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga minimarket mitra Suryamart.
  • Strategi percepatan koperasi desa, yang menekankan pada penguatan SDM, legalitas usaha, dan pemanfaatan teknologi.

1. Outlet Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG

BULOG melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) adalah langkah strategis KDMP dalam sektor pangan. RPK hadir sebagai outlet milik masyarakat yang dibina oleh BULOG, dengan tujuan utama untuk menstabilkan pasokan dan harga komoditas pangan di tingkat desa.

Keuntungan bagi KDMP:

  • Menjadi entrepreneur di bidang ritel komoditas pangan.
  • Dapat menjual produk utama seperti Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Beras Premium, dan Minyak Kita.
  • KDMP dapat memulai dengan paket skala kecil yang memiliki potensi margin sekitar Rp2.156.750,-.
  • KDMP yang ingin menjadi RPK wajib melengkapi persyaratan administrasi seperti NIB KBLI 47112 (Perdagangan Eceran Barang Kebutuhan Sehari-hari) dan Surat Rekomendasi untuk distribusi SPHP.

2. Sub Pangkalan LPG Pertamina Patra Niaga

Outlet/Sub Pangkalan LPG Tertentu (3 Kg), sejalan dengan Keputusan Menteri ESDM yang mewajibkan Pangkalan LPG Tertentu menunjuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk pendistribusian.

Persyaratan Utama:

  • KDMP harus memiliki perizinan sebagai Sub Pangkalan LPG Tertentu (3 Kg) dengan NIB KBLI 47772.
  • Diperlukan infrastruktur berupa bangunan outlet, smartphone minimal Android 10, timbangan, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan papan sub pangkalan.
  • Proses penjualan LPG 3 Kg dilakukan secara cashless kepada konsumen pengguna yang terdaftar (Rumah Tangga, Usaha Mikro, Nelayan, Petani) dan dicatat ke dalam Sistem Digitalisasi MAP.

3. Mitra Bisnis Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) memungkinkan KDMP berperan dalam menyediakan kebutuhan pertanian, baik sebagai Kios Pupuk Subsidi (PPTS) maupun Kios Pupuk Non-Subsidi.

  • Kios Pupuk Subsidi (PPTS): Bertindak sebagai Penerima Pada Titik Serah, menyalurkan pupuk sesuai alokasi dan regulasi Permentan Nomor 15 Tahun 2025. Memerlukan gudang minimal 5 Ton dan permodalan yang cukup.
  • Kios Pupuk Non-Subsidi: Proses survei lebih cepat, cukup memiliki ruang penjualan yang memadai dan potensi permintaan yang baik.
  • Legalitas usaha harus mencakup NIB KBLI 47763 tentang Perdagangan Eceran Pupuk dan Pemberantas Hama.

4. Kemitraan Minimarket SURYAmart

Untuk sektor ritel modern, KDMP dapat menjalin kemitraan dengan SURYAmart, sebuah jaringan minimarket yang telah memiliki lebih dari 160 mitra di berbagai area.

  • Terdapat opsi untuk bergabung menjadi mitra dengan konsep Ministore dengan modal awal yang terjangkau, contoh paket paling kecil 55 Juta atau 100 Juta.
  • Paket Mini Store 55 Juta mencakup Rak, HP & Printer, Aplikasi, Showcase, Banner, dan Barang Dagang senilai Rp31.916.000.
  • Manajemen modern ini dilengkapi dengan sistem aplikasi untuk transaksi, kelola stok, dan laporan keuangan.

Digitalisasi sebagai Tulang Punggung KDMP

Keempat pilar bisnis tersebut akan didukung penuh oleh Digitalisasi KDMP melalui Platform Digi Koperasi, yang dikembangkan oleh Telkom sebagai penyedia teknologi dan terintegrasi dengan microsite Kemenkop. Platform ini akan menjadi tulang punggung operasional KDMP dengan fitur-fitur penting:

  • Manajemen Akuntansi dan Keuangan: Laporan Pembelian, Laporan Penjualan, Laporan Keuangan (Arus Kas, Posisi Keuangan, Perhitungan Hasil Usaha), hingga Jurnal Akuntansi.
  • Operasional Harian: Transaksi Kasir, Inventori Produk (tambah dan update stok), dan Penjualan/Pembelian via Padi UMKM.

Dengan sinergi model bisnis yang kuat dan dukungan teknologi yang mumpuni, KDMP diharapkan dapat menjadi lembaga ekonomi yang modern, akuntabel, dan mampu membawa